Menjelajahi Pusat Kota Yogyakarta, Malioboro

 

Hallo teman-teman InthisNesian

Apa kabarnya nih ? kami doakan semuanya sehat selalu..

Seperti biasa, ada list referensi wisata untuk teman-teman nih.

Salah satu tujuan wisata utama di Tanah Jawa ini, kini telah menjadi icon tak terpisahkan dari Kota Yogyakarta. Kawasan Malioboro terletak sangat strategis yaitu diantara Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Tugu Pal Putih.

Malioboro


Bagi sebagian besar wisatawan baik lokal maupun mancanegara, Malioboro sudah tak asing sebagai tempat berwisata belanja paling diminati di Yogyakarta. Denyut aktivitas perdagangan sangat terasa di tempat ini. Namun demikian latar belakang sejarah Malioboro pun tak kalah mengesankan.

Teman-teman udah tahu belum sejarah Malioboro ?

Jalan Malioboro didirikan bertepatan dengan pendirian Kraton Yogyakarta. Dalam bahasa Sansekerta, kata "malioboro" bermakna karangan bunga. Hal itu mungkin ada hubungannya dengan masa lalu ketika Kraton mengadakan acara besar maka Jalan Malioboro akan dipenuhi dengan bunga. Kata malioboro juga berasal dari nama seorang kolonial Inggris yang bernama Marlborough yang pernah tinggal disana pada tahun 1811-1816 M.

 

Perkembangan pada masa itu didominasi oleh Belanda dalam membangun fasilitas untuk meningkatkan perekonomian dan kekuatan mereka, Seperti pembangunan Stasiun Tugu oleh Staat Spoorweg (1887) di Jalan Malioboro, yang secara fisik berhasil membagi jalan menjadi dua bagian. Sementara itu, jalan Malioboro memiliki peranan penting di era kemerdekaan (pasca-1945), sebagai orang-orang Indonesia berjuang untuk membela kemerdekaan mereka dalam pertempuran yang terjadi utara-selatan sepanjang jalan.

Keberadaan Jalan Malioboro tidak terlepas dari konsep kota Yogyakarta yang ditata membujur dengan arah utara - selatan, dengan jalan-jalan yang mengarah ke penjuru mata angin serta berpotongan tegak lurus. Pola itu diperkuat dengan adanya "poros imajiner" yang membentang dari arah utara menuju ke selatan, dengan kraton sebagai titik tengahnya.

 

"Poros" tersebut diwujudkan dalam bentuk bangunan, yaitu Tugu (Pal Putih) di utara, ke selatan berupa jalan Margatama (Mangkubumi) dan Margamulya (Malioboro), Kraton Yogyakarta, Jl. DI. Panjaitan, berakhir di panggung Krapyak. Jika titik awal (Tugu) diteruskan ke utara akan sampai ke Gunung Merapi, sedang jika titik akhir (Panggung Krapyak) diteruskan akan sampai ke Samudera Hindia.

 

Hal tersebut berkaitan erat dengan tumbuh dan berkembangnya perkebunan tebu, berbagai jenis pabrik, perbankan, asuransi, perhotelan, dan pendidikan. Perkembangan pesat juga terjadi pada masa itu yang disebabkan oleh perdaganagan antara orang Belanda dengan orang Tionghoa. Dan juga disebabkan adanya pembagian tanah di sub-segmen Jalan Malioboro oleh Sultan kepada masyarakat Tionghoa dan kemudian dikenal sebagai Distrik Cina (Kawasan Pecinan).


Untuk teman-teman yang baru datang ke Kota Yogyakarta gak usah bingung bagaimana cara ke malioboro nih,

Dari Stasiun Tugu: berjalanlah sekitar 200 meter ke arah selatan. Teman-teman  akan langsung menemukan jalan dengan deretan pertokoan sepanjang 1 km dan itulah Jalan Malioboro.

Dari Monumen Tugu Yogyakarta: ambil lah perjalanan ke arah selatan (jalan satu arah) melewati Jl. Margo Utomo (Jl. Mangkubumi). Ikuti jalur tersebut sampai melewati traffic light Jembatan Kewek dan Hotel Inna Garuda. Setelah melewati jalan tersebut teman-teman akan memasuki Jalan Malioboro.

Banyaknya tawaran aksesoris atau kuliner membuat suasana semakin ramai dan tidak membosankan selama teman-teman berada di malioboro. 


Oh yah, fasilitas yang teman-teman dapatkan selama di Malioboro ialah Area parkir untuk bus, mobil, sepeda motor, dan sepeda Pusat perbelanjaan, pedagang kaki lima, tempat makan, hotel, Pusat informasi, Mushola dan Toliet umum.



Bagaimana ? nggak penasaran ?

Teman-teman bisa mengunjungi Malioboro kapan pun, namun kami rekomendasikan enakknya malam hari apalagi ditemani kekasih. Hehehehe


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengulik Museum Sejarah Petilasan Mbah Maridjan

Stonehenge, Spot Wisata yang Wajib Dikunjungi Selama di Yogyakarta

ALUN-ALUN KIDUL TITIK PUSAT KOTA YANG MENYIMPAN BANYAK MAKNA