Daya Tarik Wisata Museum Benteng Vredeburg

 

Hallo teman-teman Inthisnesian

Gimana gak sabar yah ? menunggu konten selanjutnya dari kita.

 

Dari beberapa konten yang sudah kita rekomendasikan ke kalian, emmm mungkin yang satu ini menarik untuk kalian ketahui…

 

Baiklah, tanpa panjang lebar langsung kita bahas!

 

Sejarah

Benteng pertama kali dibangun pada tahun 1760 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I atas permintaan Belanda yang pada masa itu Gubernur dari Direktur Pantai Utara Jawa dipimpin oleh Nicolaas Harting. Tujuan dibangunnya Benteng ini pada awalnya  untuk menjaga keamanan keraton dan sekitarnya, akan tetapi dibalik itu ada tujuan atau maksud lainnyBelanda yang sesungguhnya yaitu untuk memudahkan dan mengontrol segala perkembangan yang terjadi didalam keraton.

Pertama kali dibangun Benteng ini masih sangat sederhana, dengan tembok yang hanya dari tanah dan diperkuat dengan tiang-tiang penyangga dari kayu pohon kelapa dan aren, dan bangunan didalamnya terdiri atas bambu dan kayu dengan atap hanya ilalang, dibangun dengan bentuk bujur sangkar, yang di keempat sudutnya  dibuat tempat penjagaan yang disebut seleka atau bastion. Oleh Sultan keempat sudut itu diberi nama Jaya Wisesa (sudut barat laut), Jaya Purusa (sudut timur laut), Jaya Prakosaningprang (sudut barat daya), dan Jaya Prayitna (sudut tenggara).


Udah tahu belum apa aja Koleksi yang bisa kita lihat di Benteng Vredeburg?

Nih kita kasih tahu…..



Museum Benteng Vredeburg merupakan bangunan cagar budaya yang berdiri di atas tanah kurang lebih 2100 m2, selain itu museum ini juga memiliki beberapa koleksi.

Koleksi Museum

Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta menyajikan koleksi-koleksi sebagai berikut:

A.      Koleksi Bangunan:

B.      Koleksi Realia, merupakan koleksi yang berupa benda (material) yang benar-benar nyata bukan tiruan dan berperan langsung dalam suatu proses terjadinya peristiwa sejarah.

C.      Koleksi foto, miniatur, replika, lukisan, dan atau benda hasil visualisasi lainnya.

D.      Koleksi adegan peristiwa sejarah dalam bentuk diorama.



Itu tadi beberapa koleksi Museum Benteng Vredeburg, penasaran kan ? ayo segera kunjungi…

 

Nah, kalian pasti belum tahu juga kan kalau sudah ada fasilitas baru di dalam Museum ini, yaitu

·         Ruang Pengenalan

Ruang ini berfungsi sebagai studio mini dengan kapasitas kurang lebih 50 orang, yang memutar film-film dokumenter dengan durasi 10-15 menit.

·         Media interaktif

media interaktif yaitu berupa media layar sentuh. Pengunjung dapat menggunakan media ini untuk mengetahui sejarah suatu peristiwa secara lebih luas lagi.

·         Ruang Audiovisual untuk Pemutaran Film Perjuangan

saat ini para pengunjung dapat menikmati sajian film-film perjuangan koleksi Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.

Yuhuuu, kalian yang senang banget sama peninggalan-peninggalan gitu cocok banget deh…

Nah, tenang teman-teman nggak usah takut dengan biaya masuk ke Museum ini, karena harga Tiket masuk hanya Rp. 3000,00 saja.

 

Jadi, kapan nih Ke Yogyakarta ?



Komentar

  1. wah cocok ni buat yg mau menambah wawasan. makasih infonya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengulik Museum Sejarah Petilasan Mbah Maridjan

Stonehenge, Spot Wisata yang Wajib Dikunjungi Selama di Yogyakarta

ALUN-ALUN KIDUL TITIK PUSAT KOTA YANG MENYIMPAN BANYAK MAKNA